Don't Show Again Yes, I would!

Golden Disc Awards 2024 Jakarta sepi peminat?

Golden Disc Awards GDA Jakarta Golden Disc Awards (GDA) ke 38 akan diselenggarakan di Jakarta International Stadium sepi peminat

DiAtasAwan.com – GDA atau Golden Disc Awards adalah ajang penghargaan prestisius bagi pelaku musik Korea Selatan yang diadakan setiap tahun oleh Asosiasi Industri Musik Korea Selatan.

Selain sebagai ajang penghargaan, GDA memiliki misi yang lebih luas. Acara ini tidak hanya menghargai prestasi dalam industri musik Korea Selatan, tetapi juga berperan sebagai ajang untuk mempromosikan budaya dan mendukung talenta serta seniman baru Korea Selatan. Kontribusi GDA terhadap pertumbuhan industri musik di Korea Selatan tidak bisa diabaikan.

Golden Disc Awards ke-38 tahun ini akan diselenggarakan di Indonesia, tepatnya di Jakarta International Stadium (JIS) pada 6 Januari mendatang. Promotor baru asal Indonesia, Nice Creative (Nusantara Indah Ceria Entertainment) akan menyelenggarakan perhelatan ajang penghargaan tersebut dengan megah.

Kontroversi dan tantangan bagi penggemar untuk Golden Disc Awards

Meski dihadiri berbagai talent idol terkenal yang akan datang, perhelatan GDA tidak luput dari sorotan tajam masyarakat pecinta KPOP. Salah satu sorotan utama adalah harga tiket yang dianggap tidak masuk akal oleh sebagian besar penggemar. Kritikan dan komentar pedas pun mengalir deras di berbagai platform media sosial.

Kontroversi harga tiket ini pun berimbas bagi penjualan tiket yang masih tersedia untuk setiap kategori. Tidak hanya itu, pada pembukaan penjualan tiket GDA (Jumat, 1 Des 2024) terlihat lesu dengan antrian yang sepi. Hanya kurang dari 500 orang yang mengantri untuk membeli tiket pada awal-awal menit pembukaan.

antrian website sepi untuk acara Golden Disc Awards ke-38
Antrian website sepi untuk acara Golden Disc Awards ke-38

Berikut beberapa alasan sepinya penjualan tiket Golden Disc Awards ke-38 di JIS Jakarta yang kami rangkum dan lihat dari respon pecinta KPOP melalui platform media sosial

1. Tiket Mahal Belum Termasuk Pajak dan Platform Fee

Salah satu faktor yang berkontribusi pada hal ini adalah kebijakan harga tiket yang tinggi melebihi suatu konser. Namun, yang perlu dicatat adalah bahwa harga tiket yang tertera belum termasuk pajak, yang dapat mengejutkan bagi penggemar yang akan menonton. Untuk tiket termurah yaitu kategori 5 dengan harga 1,3 juta rupiah, apabila dengan pehitungan pajak dan platform fee, harga tiket akan mencapai 1,5 juta rupiah. Hal ini tidak hanya membuat acara ini menjadi sulit dijangkau oleh kalangan yang lebih luas, tetapi juga menciptakan ketidakpuasan di antara mereka yang sebenarnya ingin mendukung acara ini.

Baca juga:   Cara Beli Membership Weverse NCT DREAM Dengan DANA Persiapan Berburu Tiket Presale TDS 3

2. Aspek Ekonomi Terhadap Partisipasi Acara

Selain itu, aspek ekonomi saat ini juga memainkan peran krusial dalam menentukan partisipasi para penggemar. Beberapa penggemar mungkin tidak dapat tampil dengan penuh dukungan karena terkendala oleh kondisi ekonomi yang sulit. Menurut data BPS, pada triwulan-   2023, terjadi penurunan daya beli masyarakat dibandingkan triwulan sebelumnya. Penurunan daya beli masyarakat yang mengakibatkan laju konsumsi rumah tangga menjadi rapuh. Hal ini menjadi pertimbangan penonton untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari daripada menonton konser yang hanya menjadi kebutuhan tersier.

2. Idol Tidak Perform Penuh dan Hanya Ajang Penghargaan

Salah satu faktor unuk dipertimbangkan adalah grup idol atau artis yang tidak perform penuh . Penggemar Kpop suatu fandom akan memprioritaskan idolnya untuk tampil lebih lama dalam suatu acara. Meskipun diharapkan bahwa acara seperti GDA akan menampilkan performa yang mengagumkan dari idol dan artis terkemuka, kenyataannya penggemar akan lebih menggunakan uangnya untuk konser tunggal idol atau artis mereka dengan durasi serta pengalaman luar biasa daripada hadir dan menonton di ajang penghargaan.

3. Venue Cukup Sulit Dijangkau serta Penggunaan Kendaraan Umum

Venue acara yang sulit dijangkau juga menjadi salah satu faktor yang mungkin merugikan GDA. Meskipun berlokasi  DI JIS, namun kemudahan aksesibilitas juga perlu diperhatikan. Penggemar yang ingin menghadiri acara ini mungkin menemui kesulitan dalam mencapai lokasi menggunakan kendaraan pribadi ataupun kendaraan umum, yang bisa menjadi hambatan besar dalam menarik partisipasi lebih banyak orang. Diperlukan shuttle kendaraan umum, pengaturan lalu lintas, serta kantong-kantong parkir yang memadai untuk bisa menyelenggarakan acara ini dengan lancar.

4. Line up Lama Keluar Menggundang Pertanyaan

Terakhir, penundaan pengumuman lineup juga menjadi sorotan. Ketidakpastian seputar siapa saja yang akan tampil dapat meninggalkan penggemar dalam ketegangan, tetapi sebaliknya, bisa juga merugikan minat mereka. Pemilihan lineup yang lebih cepat dan transparan mungkin dapat meningkatkan antusiasme sebelum acara dimulai.

Kesimpulan

Dengan adanya kontroversi harga tiket dan kekurangan diatas, promotor dan penyelenggara Golden Disc Awards (GDA) perlu mempertimbangkan strategi baru untuk meningkatkan daya tariknya dan memastikan kesuksesan acara yang kurang lebih sebulan lagi akan diselenggarakan.

Dengan merespon dan mendengar masukan dari penggemar dan penonton, diharapkan Promotor GDA dapat membangun pengalaman yang lebih menarik dan memuaskan bagi semua pihak yang terlibat.

Share:

Ifrah Fuady

Blogger bersemangat yang mengeksplorasi dunia melalui kata-kata. Berbagi tulisan, pandangan, dan wawasan untuk memotivasi dan menginspirasi pembaca.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *