
Diatasawan.com – Beberapa Fakta Tentang Everest yang menjadi gunung tertinggi di Dunia. Dimana terdapat beberapa fakta yang menarik untuk kalian ketahui. Gunung everest dengan ketinggian 8.85 km di atas permukaan laut, bukan hanya sebuah bentangan tanah yang megah Pendakian ke gunung tertinggi di dunia tetapi menggambarkan keberanian dan ketahanan bagi siapapun yang ingin mendakinya.
Akan tetapi apabila anda ingin mendaki gunung tersebut, kalian harus sedia payung sebelum hujan. Dengan kata lain menyiapkan terlebih dahulu apa saja yang di perlukan dalam melakukan pendakian gunung tertinggi tersebut. Selain alat – alat untuk mendaki yang baik dan lengkap. Kalian juga memerlukan ijin pendakian untuk masalah keamanan kalian bila terjadi hal yang tidak di duga. Diperkirakan biaya izin mendaki dan asuransi sebesar 150 juta rupiah per orang, biaya tersebut belum termasuk persiapan akomodasi dan dan logistik.
Dengan memiliki izin dan asuransi, tingkat keselamatan kalian akan bertambah karena dimonitor oleh tim pemandu dan penolong. Ada Beberapa hal yang harus kalian ketahui dalam melakukan pendakian di gunung Everest tersebut. Dimana terdapat beberapa hal unik seputar gunung tertinggi tersebut. Dan berikut ini adalah beberapa fakta yang mungkin belum kalian ketahui tentang gunung Everest Tersebut.
Fakta Tentang Everest dan Hal Unik lainnya
1. Ketinggian Everest Masih Bertambah
Everset merupakan gunung yang memiliki ketinggian dengan 8.85 Km diatas permukaan laut (MDPL).
Dengan ketinggiannya tersebut, ia memiliki sebutan yang sering kita dengan sebagai Gunung tertinggi di Dunia. Dimana para ahli telah menghitung bahwa gunung tersebut ada semenjak 50 sampai 60 juta tahun yang lalu.
Umur gunung tersebut masih termasuk dengan usia muda menurut standar geologi. Everest tercipta dari beberapa lempeng Tektonik yang di antaranya dari lempengan India dan juga Lempengan Tektonik Eurasia.
Dimana akibat benturan tersebut, menyebabkan bebatuan raksasa yang saling membentur hingga menghasilkan dataran tinggi yang kita sebut dengan Everest sekarang. Bahkan hingga sekarang ini, hal tersebut masih terjadi dan menyebabkan ketinggian everest terus bertambah. Yang di perkirakan bertambah beberapa sentimeter tiap tahun.
2. Oksigen Menipis
Dengan rekor ketinggian Gunung Everest tersebut, semakin tinggi, semakin tipis juga oksigen di gunung tersebut. Para ahli telah meneliti dimana manusia tidak akan bertahan jika telah melewati batasnya yang berada di atas 19.000 kaki.
Pendaki yang naik ke gunung tersebut melebihi ketinggian tersebut akan mengalami kekuarangan oksigen. Dan terjadinya masalah akibat temperatur dingin yang ekstrim akan membuat pendaki mudah mengalami radang dingin.
Untuk menghindari hal tersebut terjadi, pada umumnya, mereka telah menyiapkan peralatan seperti tabung oksigen. Walaupun hal tersebut cukup membebani bawaan mereka.
Dan apabila mereka berhasil menaklukan ketinggian gunung tersebut. Para pendakit tidak di perbolehkan membuang tabung oksigen yang telah habis sembarangan.
3. Everest memiliki 17 rute pendakian
Dalam melakukan pendakian, kalian sebagai pendaki yang ingin menaklukan everest dapat memilih beragam rute yang tersedia.
Apabila pendaki ignin melakukan start dari Nepal, ada rute yang dinamai SouthEast Ridge yang di buat oleh Tenzing Norgay dan juga Edmund hilary pada tahun 1953 silam. Dan apabila pendaki ingin memulai dari Tibet, mereka dapat menggunakan Rute North Ridge.
4. Nama Everest Dari Ilmuan Asli Inggris
Dulu, Gunung Everest diberi nama“ chomolungma” oleh warga Tibet. Yang memiliki arti bunda dewi alam semesta, bunda dewi bumi, ataupun dewi lembah.
Sedangkan dalam bahasa Sanskrit, gunung tersebut diberi nama“ sagarmatha” yang maksudnya adalah puncak dari surga. Nama tersebut diberikan oleh Pemerintah Nepal.
Sepanjang bekerja di situ, ia serta para pendahulunya pernah melaksanakan penghitunggan ketinggian terhadap puncak Himalaya dengan busur meridional dari Himalaya ke Cape Comorin. Gunung tersebut diberi nama dengan Everest untuk menghargai jasanya.
Baca Juga:
6 Pendaki Cantik yang Membuktikan Ketangguhan Perempuan Indonesia
Salah Satu Seven Summit Carstensz Pyramid
Beberapa Fakta Gunung Elbrus (Seven Summits) Puncak Eropa yang Megah
5. Ritual Pendakian
Puncak Gunung Everest adalah sebagai tempat yang suci. Saat sebelum melaksanakan pendakian, para pendaki diwajibkan untuk memohon izin saat sebelum menginjakkan kaki di gunung Everest.
Hal tersebut dicoba sepanjang upacara Puja. Secara tradisional, upacara di lakukan di Base Camp saat sebelum pendakian diawali. Upacara Puja di pimpin oleh Lama( gelar untuk guru Dharma dari Tibet), dan 2 ataupun lebih biksu.
Selama upacara tersebut, mereka akan memohon keberuntungan dan keselamatan untuk para penantang Everest yang sedang bersiap untuk mendakit. Mereka akan mendoakan pendaki dan juga peralatan mereka untuk selamat sampai tujuan dan pulang dengan keadaan utuh.
6. Bagian Dari “Seven Summit”
Fakta Everest selanjutnya adalah, gunugn tersebut termasuk dalam Seven Summits. Seven Summits merupakan rangkaian dari 7 gunung paling tinggi di dunia, tepatnya di 7 lempeng daratan. Gunung Everest ialah yang paling besar dari seluruhnya.
Ada pula gunung- gunung yang masuk dalam Seven Summits antara lain.
- Gunung Carstensz Pyramid dengan ketinggian 4. 884 mdpl di Papua( lempeng Australasia).
- Gunung Elbrus dengan ketinggian 5. 642 mdpl di Rusia( lempeng Eropa).
- Gunung Kilimanjaro 5. 895 mdpl di Tanzania( lempeng Afrika).
- Gunung Aconcagua 6. 962 mdpl di Argentina( lempeng Amerika Selatan).
- Gunung Vinson Massif 4. 892 mdpl di Antartika( lempeng Antartika).
- Gunung Denali 6,19 km di atas permukaan laut di Alaska( lempeng Amerika Utara).
- Gunung Everest 8. 850 mdpl di Nepal( lempeng Asia)
7. Sampah menumpuk di Puncak Everest
Sebagai gunung paling tinggi di dunia, Gunung Everest mempunyai energi tarik tertentu yang membuat sebagian besar warga dunia mendaki gunung tersebut.
Walaupun demikian, hal tersebut berikan dampak negatif pada area gunung. Meningkatnya pendaki menimbulkan sampah terus menjadi menumpuk. Mulai dari kaleng, plastik, sampai perlengkapan pendakian.
Bila berencana untuk mendaki Gunung Everest, pastikan kalian memiliki kantung sampah sendiri agar tidak mengotori zona pegunungan serta selalu melindungi kebersihan area.
Pertanyaan Umum Fakta Tentang Everest (FAQs)
1. Bagaimana cuaca di Gunung Everest?
Cuaca di Everest sangat ekstrem dan dapat berubah secara drastis dalam waktu singkat. Pada ketinggian yang tinggi, suhu dapat mencapai minus 80 derajat Celsius, dan angin kencang menjadi tantangan utama bagi para pendaki. Sehingga perubahan cuaca cepat di gunung everest menambah kesulitan bagi pendaki.
2. Berapa banyak orang yang telah mencapai puncak Everest?
Meskipun menjadi tantangan yang luar biasa, banyak pendaki telah berhasil mencapai puncak Everest. Sejak ekspedisi pertama oleh Sir Edmund Hillary dan Tenzing Norgay pada tahun 1953, dikutip dari laman haexpeditions.com jumlah pendaki yang diata berjumlah 6,338 orang (data hingga Mei 2022).
3. Mengapa Gunung Everest berbahaya?
Keberanian dan ketangguhan diperlukan untuk menaklukkan Everest karena keberbahayaan yang menyertainya. Ancaman seperti salju longsor, retakan es, dan ketidakstabilan cuaca menjadi faktor-faktor yang membuat pendakian ini sangat berisiko dan berbahaya.
4. Bagaimana pengaruh ketinggian terhadap kesehatan manusia?
Ketinggian ekstrem di Everest menyebabkan penurunan tekanan oksigen, yang dapat memengaruhi kesehatan manusia. Banyak pendaki mengalami penyakit ketinggian, seperti edema paru-paru dan edema otak, karena penyesuaian tubuh terhadap lingkungan yang kurang oksigen.
5. Apa itu Seherpa dan peran Sherpa dalam pendakian Everest?
Sherpa, sebagai WARLOK atau warga lokal suku pribumi Nepal, memiliki peran penting dalam membantu pendaki mencapai puncak Everest. Mereka membawa peralatan, mendirikan kamp, dan memberikan dukungan logistik yang sangat dibutuhkan oleh para pendaki.
6. Siapa Orang Indonesia yang berhasil sampai ke Puncak Gunung Everest?
Hingga saat ini, ada lima orang Indonesia yang berhasil mencapai puncak Everest. Mereka adalah Clara Sukmawati, Serka Asmujiono, Norman Edwin, Fransiska Dimitri Inkiriwang, dan Mathilda Dwi Lestari.
Kesimpulan
Everest lebih dari sekadar puncak tertinggi di dunia. Ia adalah pahlawan dalam cerita perjalanan manusia untuk menaklukkan ketidakmungkinan dalam kehidupan. Namun, dengan kebesaran itu, datang juga tanggung jawab untuk melindungi dan menjaga kelestarian gunung ini. Bukan hanya sekedar tubuh yang sehat serta nyali yang diperlukan, tetapi juga persiapan yang sangat matang mulai dari izin, asuransi, akomodasi, hingga logistik untuk pejalanan
Dari Fakta tentang Everest diatas , kita terus melihat akan kekaguman sekaligus bahaya dari Everest. Selain itu kita tidak boleh melupakan pentingnya menjaga integritas lingkungan. Everest bukan hanya milik para pendaki pemberani, tetapi milik seluruh umat manusia yang harus bersatu untuk melestarikan keindahan alam yang diberikan kepadanya.
Jadi, bagi mereka yang bercita-cita mendaki Everest atau hanya ingin menghargai keagungan gunung ini, mari kita lakukan dengan hormat, keberanian, dan kepedulian terhadap bumi yang kita tinggali. Everest menantang kita bukan hanya untuk mencapai puncaknya, tetapi juga untuk merawatnya agar tetap menjadi keajaiban alam yang kita cintai.