Beberapa Fakta Tentang EverestBeberapa Fakta Tentang Everest Sebagai Gunung Tertinggi di Dunia

Beberapa Fakta Tentang Everest yang menjadi gunung tertinggi di Dunia. DImana terdapat beberapa fakta yang menarik untuk kalian ketahui.

Untuk pendakian ke gunung tertinggi di dunia, saat ini sedang di tutup untuk sementara. Akan tetapi terdapat kabar gembira bagai seorang pendaki yang ingin menaiki gunung ini.

Karena pada musim gugur yang akan datang, pendakian akan di perbolehkan. Akan tetapi untuk saat ini para turis belum dapat mengunjungi pendakian di tempat itu.

Akan tetapi apabila anda ingin mendaki gunung tersebut, kalian harus sedia payung sebelum hujan. Dengan kata lain menyiapkan terlebih dahulu apa saja yang di perlukan dalam melakukan pendakian gunung tertinggi tersebut.

Selain alat – alat untuk mendaki yang baik dan lengkap. Kalian juga memerlukan ijin pendakian untuk masalah keamanan kalian bila terjadi hal yang tidak di duga.

Dan dengan memiliki ijin, tingkat keselamatan kalian akan bertambah. Dan ada beberapa hal yang harus kalian ketahui dalam melakukan pendakian di gunung Everest tersebut.

Dimana terdapat beberapa hal unik seputar gunung tertinggi tersebut. Dan berikut ini adalah beberapa fakta yang mungkin belum kalian ketahui tentang gunung Everest Tersebut.

Hal Unik Gunung Everest

Ketinggian Everest Masih Bertambah

Everset merupakan gunung yang memiliki ketinggian dengan 8.85 Km diatas permukaan laut (MDPL). Dengan ketinggiannya tersebut, ia memiliki sebutan yang sering kita dengan sebagai Gunung tertinggi di Dunia.

Dimana para ahli telah menghitung bahwa gunung tersebut ada semenjak 50 sampai 60 juta tahun yang lalu. Umur gunung tersebut masih termasuk dengan usia muda menurut standar geologi.

Everest tercipta dari beberapa lempeng Tektonik yang di antaranya dari lempengan India dan juga Lempengan Tektonik Eurasia. Dimana akibat benturan tersebut, menyebabkan bebatuan raksasa yang saling membentur hingga menghasilkan dataran tinggi yang kita sebut dengan Everest sekarang.

Bahkan hingga sekarang ini, hal tersebut masih terjadi dan menyebabkan ketinggian everest terus bertambah. Yang di perkirakan bertambah beberapa sentimeter tiap tahun.

Oksigen Menipis

Dengan rekor ketinggian Gunung Everest tersebut, semakin tinggi, semakin tipis juga oksigen di gunung tersebut. Para ahli telah meneliti dimana manusia tidak akan bertahan jika telah melewati batasnya yang berada di atas 19.000 kaki.

Pendaki yang naik ke gunung tersebut melebihi ketinggian tersebut akan mengalami kekuarangan oksigen. Dan terjadinya masalah akibat temperatur dingin yang ekstrim akan membuat pendaki mudah mengalami radang dingin.

Untuk menghindari hal tersebut terjadi, pada umumnya, mereka telah menyiapkan peralatan seperti tabung oksigen. Walaupun hal tersebut cukup membebani bawaan mereka.

Dan apabila mereka berhasil menaklukan ketinggian gunung tersebut. Para pendakit tidak di perbolehkan membuang tabung oksigen yang telah habis sembarangan.

Everest memiliki 17 rute pendakian

Dalam melakukan pendakian, kalian sebagai pendaki yang ingin menaklukan everest dapat memilih beragam rute yang tersedia.

Apabila pendaki ignin melakukan start dari Nepal, ada rute yang dinamai SouthEast Ridge yang di buat oleh Tenzing Norgay dan juga Edmund hilary pada tahun 1953 silam. Dan apabila pendaki ingin memulai dari Tibet, mereka dapat menggunakan Rute North Ridge.

Nama Everest Dari Ilmuan Asli Inggris

Dulu, Gunung Everest diberi nama“ chomolungma” oleh warga Tibet. Yang memiliki arti bunda dewi alam semesta, bunda dewi bumi, ataupun dewi lembah.

Sedangkan dalam bahasa Sanskrit, gunung tersebut diberi nama“ sagarmatha” yang maksudnya adalah puncak dari surga. Nama tersebut diberikan oleh Pemerintah Nepal.

Sepanjang bekerja di situ, ia serta para pendahulunya pernah melaksanakan penghitunggan ketinggian terhadap puncak Himalaya dengan busur meridional dari Himalaya ke Cape Comorin. Gunung tersebut diberi nama dengan Everest untuk menghargai jasanya.

Ritual Pendakian

Puncak Gunung Everest adalah sebagai tempat yang suci. Saat sebelum melaksanakan pendakian, para pendaki diwajibkan untuk  memohon izin saat sebelum  menginjakkan kaki di gunung Everest.

Hal tersebut dicoba sepanjang upacara Puja. Secara tradisional, upacara di lakukan di Base Camp saat sebelum pendakian diawali. Upacara Puja di pimpin oleh Lama( gelar untuk guru Dharma dari Tibet), dan 2 ataupun lebih biksu.

Selama upacara tersebut, mereka akan memohon keberuntungan dan keselamatan untuk para penantang Everest yang sedang bersiap untuk mendakit. Mereka akan mendoakan pendaki dan juga peralatan mereka untuk selamat sampai tujuan dan pulang dengan keadaan utuh.

Bagian Dari “Seven Summit”

Seven Summits merupakan rangkaian dari 7 gunung paling tinggi di dunia, tepatnya di 7 lempeng daratan. Gunung Everest ialah yang paling besar dari seluruhnya.

Ada pula gunung- gunung yang masuk dalam Seven Summits antara lain.

  1. Gunung Carstensz Pyramid dengan ketinggian 4. 884 mdpl di Papua( lempeng Australasia).
  2. Gunung Elbrus dengan ketinggian 5. 642 mdpl di Rusia( lempeng Eropa).
  3. Gunung Kilimanjaro 5. 895 mdpl di Tanzania( lempeng Afrika).
  4. Gunung Aconcagua 6. 962 mdpl di Argentina( lempeng Amerika Selatan).
  5. Gunung Vinson Massif 4. 892 mdpl di Antartika( lempeng Antartika).
  6. Gunung Denali 6,19 km di atas permukaan laut di Alaska( lempeng Amerika Utara).
  7. Gunung Everest 8. 850 mdpl di Nepal( lempeng Asia).

Sampah menumpuk di Puncak Everest

Sebagai gunung paling tinggi di dunia, Gunung Everest mempunyai energi tarik tertentu yang membuat sebagian besar warga dunia mendaki gunung tersebut.

Walaupun demikian, hal tersebut berikan dampak negatif pada area gunung. Meningkatnya pendaki menimbulkan sampah terus menjadi menumpuk. Mulai dari kaleng, plastik, sampai perlengkapan pendakian.

Bila berencana untuk mendaki Gunung Everest, pastikan kalian memiliki kantung sampah sendiri agar tidak mengotori zona pegunungan serta selalu melindungi kebersihan area.

Baca juga :

  • 1
  • 2