Don't Show Again Yes, I would!

Cara Efektif Mencegah Pencurian Barang Berharga di Bus AKAP

Foto Bus berjejer di Terminal Pondok Pinang. Source: Media Sosial

Heboh sebuah unggahan di media sosial X (dulu twitter)  mengenai penumpang pengguna layanana bus Rosalia Indah mengalami pencurian barang berharga. Kejadian ini terjadi pada Rabu dini hari (20/12/2023)  pada Relasi Wonosobo – Purwokerto – Jakarta dengan nomor lambung 372 Executive Plus Class.

Akun @Widino sebagai korban, mengunggah tentang pencurian barang berharga berupa iPad PRO 2020 beserta pen touch, keyboard, dan beberapa unit charger. Korban tersadar setelah sampai di rumah dengan tas yang sudah di lem reseletingnya, setelah dibuka berisikan buku yellow page dan keramik.

Beberapa jam sempat memberikan review positif untuk bus saat pergi sebelum kehilangan, pil pahit harus dirasakan mas @Widino karena pulang dengan peristiwa pencurian barang berharganya.

Sialnya Costumer Service operator bus tidak bisa memberikan respon beserta solusi yang baik pada laporan kehilangan dengan menjawab “kehilangan bukan tanggun jawab kami”. Respon tersebut memberi kesan menyalahkan penumpang karena tidak ada bantuan pencarian barang ataupun pendampingan jalur hukum bagi korban.

Kasus serupa pernah terjadi pada operator bus yang sama serta dengan relasi dan nomor lambung yang sama. Pada Oktober (2 bulan sebelumnya), akun @dftfexxo mencuitkan tentang kehilangan laptop yang diapit dibawah kaki korban.

Sebenernya pas sampe rumah tau iPad diganti buku cuma bisa istighfar, yaudah lah. Tp pas telpon CS @Rosalia_Ind. jadinya emosi. Baik baik lho gw laporan kehilangan barang tp langsung dijawab “kelihangan bukan tanggung jawab kami” itu aja terus diulang2. Gw minta cek dulu crew bus 372 Wonosobo – Jakarta lagi2 dijawab “bukan tanggung jawab kami”. Gimana ga emosi jadinya. (Ujar akun @Widino)

Tanggung Jawab Penyedia Jasa atau Operator Bus atas Kasus Pencurian

Penyedia jasa operator bus yang memberikan pelayanan asal-asalan (keamanan dan kenyamanan) akan terus merugikan konsumen. Operator bus tidak hanya soal mengantarkan penumpang sampai tempat tujuan, tapi juga harus menyediakan layanan keamanan menyeluruh atas tanggung jawab keselamatan penumpang beserta barangnya.

Operator bus harus konsisten mengenai sisi kemananan barang-barang penumpang dan ikut kooperatif ketika terjadi tindak pidana di armadanya. Aturan dalam perjanjian yang dibuat secara sepihak seperti “tidak bertanggung jawab atas kehilangan” adalah praktik yang lazim diggunakan untu memudahkan urusan bisnis.

Tetapi aturan tersebut menjadi momen pelaku usaha untuk lari dari tanggung jawab atas penumpang melalui UU Perlindungan Konsumen Pasal 18 ayat (1). Hal tersebut juga bisa bisa digugat perdata atas lalainya tanggung jawab pengawasan operator bus yang menimbulkan dan membawa kerugian kepada pihak lain (Pasal 1365, 1366, dan 1367 KUHPerdata)

Belajar dari kasus diatas, DiATasAwan merangkum poin-poin cara efektif mencegah aksi pencurian barang berharga di bus ataupun transportasi publik lainnya.

Foto Bus Executive Plus 372 Rosalia Indah Relasi Wonosobo Purwokerto Jakarta
Bus Executive Plus 372 Rosalia Indah Relasi Wonosobo Purwokerto Jakarta. Source Gambar Twitter/X @Widino

Cara Efektif Mencegah Pencurian Barang Berharga di Bus AKAP bagi penumpang

1. Simpan Barang Berharga dengan Aman

Seiring perjalanan Anda, pastikan untuk menyimpan barang berharga Anda dengan aman. Gunakan tas anti-pencurian dan pastikan resletingnya tertutup rapat. Pisahkan tas antara barang berharga seperti handphone, laptop, minitab, dompet dll. Jepitkan pada kaki, kalungkan pada lengan, atau peluk tas anda yang berisi barang berharga.

2. Lihat Sekitar Lingkungan Tempat Anda Duduk

Duduklah pada tempat duduk sesuai manifest atau tiket. Perhatikan orang-orang di sekitar Anda dan waspadai perilaku yang mencurigakan seperti berpindah tempat duduk atau sering melihat barang-barang kita. Semakin baik Anda mengamati, semakin rendah risiko pencurian.

3. Waspadai Aksi Sok Kenal untuk Mengalihkan Perhatian

Beberapa pencuri menggunakan trik aksi sok kenal untuk mengalihkan perhatian Anda. Jangan mudah terkecoh. Pertahankan kewaspadaan Anda dan hindari terlalu terlibat dalam percakapan yang tidak dikenal.

4. Turun dari Bus, Barang Wajib Dibawa

Ketika istirahat untuk makan atau buang air, pastikan untuk membawa barang berharga Anda dalam satu tas bersama Anda saat turun dari bus. Jangan biarkan barang berharga Anda terlalu lama di atas kursi atau di lantai.

5. Membawa Ekstra Pengaman seperti Gembok Kecil

Selalu bawa perlengkapan pengaman tambahan, seperti gembok kecil, untuk melindungi barang berharga Anda. Ini bisa menjadi lapisan tambahan untuk tas anda yang efektif untuk mencegah pencurian.

6. Jangan Memberikan Informasi Pribadi

Selalu waspada terhadap permintaan informasi pribadi dari orang yang tidak dikenal. Jangan memberikan rincian pribadi perjalanan Anda di media sosial dan kepada siapapun, bahkan jika terlihat ramah.

7. Koordinasi dengan Supir dan Kru Bus

Buatlah hubungan yang baik dengan supir dan kru bus. Mereka dapat menjadi sekutu penting dalam menjaga keamanan penumpang. Laporkan kejadian mencurigakan dan koordinasikan langkah-langkah pencegahan.

8. Aktifkan Fitur Pengaman Untuk Perangkat Eletronik

Aktifkan fitur seperti find my device atau lock my device saat menggunakan perangkat handphone atau laptop saat diluar. Selalu backup data-data penting di cloud seperti daftar kontak, data pekerjaan atau data kuliah. Pada saat dibutuhkan, fitur tersebut akan memudahkan untuk proses penyidikan kehilangan oleh pihak kepolisian.

Baca juga:   Ijazah Hilang Bisa Cetak Ulang? Begini Langkah-Langkah Cara Mengurus Ijazah Yang Hilang

12 Cara Efektif Mencegah Pencurian Barang Berharga di Bus AKAP untuk operator Bus

  1. Pemasangan CCTV Aktif pada Setiap Armada Bus
    Dalam upaya meningkatkan keamanan, langkah pertama yang perlu diambil adalah memasang kamera pengawas aktif pada setiap bus. CCTV ini dapat memberikan rekaman yang akurat dan membantu mengidentifikasi potensi pelaku kejahatan.
  2. Manifest Rapih dan Kesesuaian Nama di Tiket dengan Kartu Identitas
    Memastikan kejelasan dalam manifest penumpang dan menjamin bahwa nama yang tertera di tiket sesuai dengan kartu identitas adalah langkah penting. Hal ini dapat mencegah potensi perpindahan barang atau identitas yang tidak sah.
  3. Pembelian Tiket dengan Menunjukkan Kartu Identitas
    Sebagai langkah pencegahan tambahan, prosedur pembelian tiket harus melibatkan pemeriksaan kartu identitas. Ini dapat membantu memastikan bahwa setiap penumpang adalah pemegang tiket yang sah.
  4. Penggunaan Safety Box atau Locker yang Terkunci oleh Kru Bus
    Menyediakan tempat penyimpanan aman, seperti safety box atau locker yang dikunci oleh kru bus, dapat memberikan perlindungan ekstra terhadap pencurian barang berharga penumpang.
  5. Tiket Tidak Bisa Dipindahtangan dan
    Menerapkan kebijakan bahwa tiket tidak dapat dipindahtangankan dengan solusi sistem refund potongan beberapa persen sebelum keberangkatan apabila berhalangan.
  6. Pemeriksaan Barang sebelum Turun
    Melakukan pemeriksaan barang setiap penumpang sebelum penumpang turun dapat mengurangi peluang terjadinya pencurian.
  7. Himbauan Keamanan Barang selalu Diumumkan
    Menyampaikan himbauan keamanan barang secara teratur selama perjalanan dapat meningkatkan kesadaran penumpang tentang risiko pencurian dan mengajak mereka untuk lebih berhati-hati.
  8. Kontrol Pengawasan Manifest Penumpang di Pertengahan Perjalanan
    Melakukan kontrol dan pengawasan manifest penumpang saat pertengahan perjalanan dapat membantu mengidentifikasi potensi perubahan yang mencurigakan dan mengurangi risiko kehilangan barang berharga.
  9. Penumpang Harus Duduk Sesuai Tiket dan Aturan Naik Turun Penumpang
    Memastikan bahwa setiap penumpang duduk sesuai dengan nomor tiketnya dan mengharuskan naik turun penumpang sesuai tiket tujuan yang tertera. Hal ini dapat menciptakan keteraturan yang dapat mengurangi peluang kekacauan karena pencurian.
  10. Perbaikan dan Standarisasi Sistem Rekrutmen Kru Bus
    Meningkatkan proses rekrutmen kru bus dapat membantu memastikan bahwa hanya individu yang dapat dipercaya yang ditempatkan dalam posisi kritis yang berhubungan dengan keamanan penumpang.
  11. Pelatihan dan Peningkatan Kesadaran Keamanan Penumpang
    Memberikan pelatihan kepada kru bus tentang rute perjalanan dan peningkatan kesadaran keamanan penumpang dapat menjadi langkah proaktif dalam mengurangi potensi risiko pencurian.
  12. SOP yang Jelas dalam Kasus Kehilangan serta Pendampingan Korban
    Memiliki prosedur operasional standar (SOP) yang jelas ketika terjadi kasus kehilangan dan memberikan pendampingan yang memadai kepada korban dapat memberikan rasa keamanan dan kepercayaan kepada penumpang.

Dengan menerapkan langkah-langkah tersebut, diharapkan keamanan penumpang dan barang berharga dapat lebih terjamin. Kombinasi antara teknologi, kebijakan, dan kesadaran akan membentuk perlindungan menyeluruh. Kepercayaan dan kepuasan penumpang merupakan hal terpenting bagi penyedia layanan bus. Semoga artikel dan panduan ini bermanfaat dalam menciptakan perjalanan bus yang aman dan nyaman bagi setiap penumpang.

Share:

Ifrah Fuady

Blogger bersemangat yang mengeksplorasi dunia melalui kata-kata. Berbagi tulisan, pandangan, dan wawasan untuk memotivasi dan menginspirasi pembaca.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *